Rabu, 20 Februari 2013

JANGAN ANGGAP BURUK dan LARUT


*Sesungguhnya musibah yang menimpa orang Mukmin di dunia ini, merupakan sesuatu yang tak mungkin dihindari, sebagaimana mereka merasakan panas, dingin, sakit, sedih dan duka (Ighatsat Al-Lahafal, Ibnu Qayyim)*

ALLAH MENGUJI HAMBA-NYA DENGAN PENYAKIT, ALLAH JUGA MEMUDAHKAN CARA TUK MEMPEROLEH OBAT.
ALLAH MENGUJI HAMBA-NYA DENGAN DOSA, ALLAH JUGA MENOLONG MEREKA DENGAN TOBAT & KEBAIKAN YANG MENGHAPUS KEBURUKAN.
ALLAH MENGUJI HAMBANYA DENGAN SETAN, ALLAH JUGA MENOLONG MEREKA DENGAN PASUKAN MALAIKAT-NYA.

Saat seorang Mukmin dikuasai musuh, dikuasai sifat buruk, didera musibah, terkadang ada hikmah agung yang terkandung didalamnya. Dengan musibah, maka ibadah makin khusyuk, ketundukan bertambah, ratapan,, kebutuhan kepada Allah dan permohonan semakin meningkat. Mungkin saja, bila selalu meraih kemenangan, maka akan menjadi sombong….sombong terhadap Allah, sombong dan merasa tak butuh Allah, hingga melupakan ketulusan dalam doa.

Allah…Allah…Allah…..Allah adalah Dzat yang paling bijaksana sebagai hakim paling adil dalam menetapkan dan memberikan kemenangan atau kekalahan, cobaan atau anugerah kepada hamba-hambanya. Dan Dia mencintai hamba yang menyempurnakan penghambaannya, baik dalam kondisi senang atau susah, aman atau terancam, menang atau kalah.

Setiap cobaan ada hikmah, setiap anugerah ada hikmah, dan semua yang terjadi, baik sekecil apapun, seperti tertusuk jarum atau digigit nyamuk pun ada hikmahnya. Dan diantara hikmah dibalik cobaan adalah untuk membangkitkan jiwa dan melembutkan hati setelah sekian lama membatu dan larut dalam kelalaian.

Maafkan hamba, yang terkadang su’uzon dan larut dalam tiap cobaan suka dan duka yang Kau berikan. Sesungguhnya cobaan adalah ungkapan kasih sayang-Mu yang merupakan rahmat. Padahal cobaan terkadang membawa kebaikan dan hikmah, sebagai sarana intropeksi diri. Dan rasa sakit merupakan konsekuensi logis dari kesenangan yang telah didapat, dan juga merupakan tuntutan dari keadilan atau keutamaan dan kebaikan yang Kau berikan.

Hamba berharap dan sangat berharap, ujian dan cobaan yang datang dan pergi, bisa membawa diri lebih dekat dan akrab dengan-Mu untuk mencapai kesempurnaan dan istiqamah menuju cahaya-Mu. Dan hamba yakin, sesungguhnya salah satu kemurahan-Mu ialah, bahwa Kau mendekati hamba-Mu lebih dekat berkali-kali lipat daripada pendekatan yang dilakukan hamba-Mu.

*Semestinya kita tahu bahwa manusia tidak bisa meraih surga kecuali dengan apa-apa yang dibenci oleh jiwa. Sabda Nabi: “Surga itu dikelilingi hal-hal yang dibenci dan neraka dikelilingi hal-hal yang menyenangkan” (HR. Muslim)*
-ik-

Kebahagiaan dan Kebaikan Seseorang Tidak Akan Pernah Sempurna


Ternyata tidak benar jika kita berpikir bahwa hidup itu harus memberikan kebahagian seratus persen untuk orang-orang yang dicintai, ingin memberikan kasih sayang sempurna, tak ingin terlihat lemah, hingga terkadang rela membohongi diri sendiri hanya tuk sebuah kata “bahagia”. Karena semua itu takkan pernah ada selain di SYURGA.
Ternyata tak tepat pula jika berpikir, jalani hidup seperti aliran air. “Apakah air mengalir ada ujung pemberhentiannya???” dan jawabannya adalah “TIDAK ADA…..bisa-bisa kita terombang ambing di samudera luas!!!”
TAKUT!!! Manusia sering kali dan pastilah tersimpan rasa takut dalam dirinya. Takut menjalani sebuah “proses”, takut menjalani “interaksi” hanya karena pengalaman pahit ataupun takut akan terjadi kejadian yang pahit kedepannya. Namun ketakutan adalah perumpaan, bagai kita mau melangkah ke lorong gelap….mencengkam…gelisah……dan tak tahu apa yang akan terjadi, tapi bila kita tak melangkah, kita tak akan tahu bahwa didalam sana ada yang begitu indah menunggu kita”.

PRINSIP!! Satu kata, yang kata orang mencerminkan siapa kita, namun perlu disadari prinsip ada yang bisa dinego dan ada yang tidak. Terlalu kuat dengan prinsip duniawi hanya akan membawa kita hidup dengan diri sendiri. Sebagai manusia, sewajarnyalah kita menjalani “proses” secara manusiawi, karena kita bukan Nabi, namun kita harus tetap berpedoman pada Al-Quran dan Hadist.

Suatu percakapan dengan seseorang di dunia maya, (beliau memiliki seorang istri dan anak, beliau kupanggil kakak) pada selasa 5 Agustus 2009 pukul 7:26, membuka hati, fikiran, mencairkan kebatuan hatiqu dan menepiskan ketakutanqu pada sebuah “proses interaksi”. Bahwa kita tidak harus berawal dari ideal, karena hidup kedepan bukan untuk membuat hati jadi sama, tapi menyatukan hati untuk menghargai perbedaan.
Sesungguhnya Allah SWT tidak pernah lupa akan janji dan penetapan tuk makhluk2nya, terkadang manusialah yang melupakan tentang takdirnya, karena kesibukan, banyak perhitungan, terlalu puas, merasa tak butuh, terbuai mimpi, ataupun terbuai akan masa lalu, dll.
So…Jadilah manusia yang smart, tegas, bijak, selalu bersyukur ketika senang, dan sabar ketika tertimpa musibah. Jangan bermimpi hidup di alam ideal, yang tidak ada sakit, tidak ada kemiskinan, tidak ada kesedihan, suami yang tanpa cela, dan teman tanpa aib. Jangan jadikan manusia sebagai sandaran utuh, berpegang teguhlah hanya pada Allah SWT. “Sesungguhnya mereka tidak akan dapat membuat kamu tidak membutuhkan Allah sedikit pun” (QS. Al-Jatsiyah: 19)
TRIMS KA2K TUK SEMUA JITAKANNYA…… J
Kalo kata temen “Dapet pendosa pun tak apa, asal ia pendosa yang mau bertobat, karena semua tergantung amal perbuatannya toh…..” hmm….cocok juga tuk diakhir cerita ya…. hahayyy (Trims juga ya bebek…… J)
Dan Indahnya Dunia Tanpa Luka….. Trims my bro for the song DUNIA TANPA LUKA J
-ik-

BINGKAI MIMPI


Dalam kepekatan mimpiku
wajah-Mu tersembunyi
Matahari, bintang, rembulan sujud buat-Mu
Menikam cinta paling dalam

Dari sudut manakah gerangan kudapat segera mulai
melukiskan Engkau yang kasat mata namun ada
bahkan mengalir dalam darah
Hidup tlah kujanjikan buat-Mu

Garis-garis kusatukan, namun tetap ada watak beringas diri
Titik-titik kukumpulkan, masih ada rona gelap hati ini
Smua terlalu jauh tuk lukiskan wajah-Mu
yang agung, teduh, dan kasih
dan aku tersadar, Engkau tak tergambar, namun terasa

Kumohon ampunan-Mu atas kedangkalan mimpiku
Dalam kesejukan nafas-Mu, aku coba khusyuk sembahyang
dan berharap....
dapat kutafsirkan makna firman-firmanMu


-ik-