*Sesungguhnya
musibah yang menimpa orang Mukmin di dunia ini, merupakan sesuatu yang tak
mungkin dihindari, sebagaimana mereka merasakan panas, dingin, sakit, sedih dan
duka (Ighatsat Al-Lahafal, Ibnu Qayyim)*
ALLAH MENGUJI
HAMBA-NYA DENGAN PENYAKIT, ALLAH JUGA MEMUDAHKAN CARA TUK MEMPEROLEH OBAT.
ALLAH MENGUJI
HAMBA-NYA DENGAN DOSA, ALLAH JUGA MENOLONG MEREKA DENGAN TOBAT & KEBAIKAN
YANG MENGHAPUS KEBURUKAN.
ALLAH MENGUJI
HAMBANYA DENGAN SETAN, ALLAH JUGA MENOLONG MEREKA DENGAN PASUKAN MALAIKAT-NYA.
Saat seorang
Mukmin dikuasai musuh, dikuasai sifat buruk, didera musibah, terkadang ada
hikmah agung yang terkandung didalamnya. Dengan musibah, maka ibadah makin
khusyuk, ketundukan bertambah, ratapan,, kebutuhan kepada Allah dan permohonan
semakin meningkat. Mungkin saja, bila selalu meraih kemenangan, maka akan
menjadi sombong….sombong terhadap Allah, sombong dan merasa tak butuh Allah,
hingga melupakan ketulusan dalam doa.
Allah…Allah…Allah…..Allah
adalah Dzat yang paling bijaksana sebagai hakim paling adil dalam menetapkan
dan memberikan kemenangan atau kekalahan, cobaan atau anugerah kepada
hamba-hambanya. Dan Dia mencintai hamba yang menyempurnakan penghambaannya,
baik dalam kondisi senang atau susah, aman atau terancam, menang atau kalah.
Setiap cobaan ada
hikmah, setiap anugerah ada hikmah, dan semua yang terjadi, baik sekecil
apapun, seperti tertusuk jarum atau digigit nyamuk pun ada hikmahnya. Dan diantara
hikmah dibalik cobaan adalah untuk membangkitkan jiwa dan melembutkan hati
setelah sekian lama membatu dan larut dalam kelalaian.
Maafkan hamba,
yang terkadang su’uzon dan larut dalam tiap cobaan suka dan duka yang Kau
berikan. Sesungguhnya cobaan adalah ungkapan kasih sayang-Mu yang merupakan
rahmat. Padahal cobaan terkadang membawa kebaikan dan hikmah, sebagai sarana
intropeksi diri. Dan rasa sakit merupakan konsekuensi logis dari kesenangan
yang telah didapat, dan juga merupakan tuntutan dari keadilan atau keutamaan
dan kebaikan yang Kau berikan.
Hamba berharap
dan sangat berharap, ujian dan cobaan yang datang dan pergi, bisa membawa diri
lebih dekat dan akrab dengan-Mu untuk mencapai kesempurnaan dan istiqamah
menuju cahaya-Mu. Dan hamba yakin, sesungguhnya salah satu kemurahan-Mu ialah,
bahwa Kau mendekati hamba-Mu lebih dekat berkali-kali lipat daripada pendekatan
yang dilakukan hamba-Mu.
*Semestinya kita
tahu bahwa manusia tidak bisa meraih surga kecuali dengan apa-apa yang dibenci
oleh jiwa. Sabda Nabi: “Surga itu dikelilingi hal-hal yang dibenci dan neraka
dikelilingi hal-hal yang menyenangkan” (HR. Muslim)*
-ik-

Tidak ada komentar:
Posting Komentar