Ternyata tidak benar jika kita
berpikir bahwa hidup itu harus memberikan kebahagian seratus persen untuk
orang-orang yang dicintai, ingin memberikan kasih sayang sempurna, tak ingin
terlihat lemah, hingga terkadang rela membohongi diri sendiri hanya tuk sebuah
kata “bahagia”. Karena semua itu takkan pernah ada selain di SYURGA.
Ternyata tak tepat pula jika
berpikir, jalani hidup seperti aliran air. “Apakah air mengalir ada ujung
pemberhentiannya???” dan jawabannya adalah “TIDAK ADA…..bisa-bisa kita
terombang ambing di samudera luas!!!”
TAKUT!!! Manusia sering kali dan pastilah tersimpan rasa takut dalam
dirinya. Takut menjalani sebuah “proses”, takut menjalani “interaksi” hanya
karena pengalaman pahit ataupun takut akan terjadi kejadian yang pahit
kedepannya. Namun ketakutan adalah perumpaan, bagai kita mau melangkah ke
lorong gelap….mencengkam…gelisah……dan tak tahu apa yang akan terjadi, tapi bila
kita tak melangkah, kita tak akan tahu bahwa didalam sana ada yang begitu indah
menunggu kita”.
PRINSIP!! Satu kata, yang kata orang mencerminkan siapa kita, namun
perlu disadari prinsip ada yang bisa dinego dan ada yang tidak. Terlalu kuat
dengan prinsip duniawi hanya akan membawa kita hidup dengan diri sendiri.
Sebagai manusia, sewajarnyalah kita menjalani “proses” secara manusiawi, karena
kita bukan Nabi, namun kita harus tetap berpedoman pada Al-Quran dan Hadist.
Suatu percakapan dengan seseorang
di dunia maya, (beliau memiliki seorang istri dan anak, beliau kupanggil kakak)
pada selasa 5 Agustus 2009 pukul 7:26, membuka hati, fikiran, mencairkan
kebatuan hatiqu dan menepiskan ketakutanqu pada sebuah “proses interaksi”.
Bahwa kita tidak harus berawal dari ideal, karena hidup kedepan bukan untuk membuat
hati jadi sama, tapi menyatukan hati untuk menghargai perbedaan.
Sesungguhnya Allah SWT tidak
pernah lupa akan janji dan penetapan tuk makhluk2nya, terkadang manusialah yang
melupakan tentang takdirnya, karena kesibukan, banyak perhitungan, terlalu puas,
merasa tak butuh, terbuai mimpi, ataupun terbuai akan masa lalu, dll.
So…Jadilah manusia yang smart,
tegas, bijak, selalu bersyukur ketika senang, dan sabar ketika tertimpa
musibah. Jangan bermimpi hidup di alam ideal, yang tidak ada sakit, tidak ada
kemiskinan, tidak ada kesedihan, suami yang tanpa cela, dan teman tanpa aib.
Jangan jadikan manusia sebagai sandaran utuh, berpegang teguhlah hanya pada
Allah SWT. “Sesungguhnya mereka tidak akan dapat membuat kamu tidak membutuhkan
Allah sedikit pun” (QS. Al-Jatsiyah: 19)
TRIMS KA2K TUK SEMUA JITAKANNYA……
J
Kalo kata temen “Dapet pendosa
pun tak apa, asal ia pendosa yang mau bertobat, karena semua tergantung amal
perbuatannya toh…..” hmm….cocok juga tuk diakhir cerita ya…. hahayyy (Trims
juga ya bebek…… J)
Dan Indahnya Dunia Tanpa Luka…..
Trims my bro for the song DUNIA TANPA LUKA J
-ik-

Tidak ada komentar:
Posting Komentar